Chikaryo’s diary

Sejarah Perayaan Imlek Di Indonesia

Posted by: chikaryo on: Februari 28, 2009

Baru kemaren beberapa masyarakat Indonesia merayakan Hari Raya Tahun Baru Cina, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Raya Imlek.

Momen yang tahun ini jatuh pada 26 januari 2009 ini, bagi kebanyakan orang juga terkenal dengan bagi-bagi angapo nya. Angpao adalah semacam sedekah yang dibagikan secara cuma-cuma kepada siapapun itu.

Karena menurut filosofi orang cina itu sendiri, kalau ada rejeki harus dibagi bagi. Enak dong klo jadi keluarganya ?

 

Mungkin untuk mengenai masalah Histori, asal muasal, budaya, dan serangkaian, ternyata sudah ada yang membahasnya dan sangat jelas (sepintas saya membacanya). So. langsung aja yah ?

1. Versi 1

2. Versi 2

3. Capgome Versi 1

4. Capgome Versi 2

 

Silahkan di klik untuk lebih jelasnya. Dan saya pribadi mengucapkan selamat membaca…

LiveJournal Tags:
Kaitkata: ,

Indonesia Apple Store, Sudah Dibuka !

Posted by: chikaryo on: Februari 12, 2009

Bagi pecinta Apple yang berada di Indonesia, dan kemudian ingin membeli gadget dan berbagai macam barang2 dari situs Apple, sekarang sudah tersedia untuk Store Indonesia. jadi maksudnya situs tersebut sudah dibuat resmi oleh Apple, dengan tampilan harga juga sudah Rupiah !!

So, langsung aja kesini…

http://store.apple.com/id

Posted by : Oky

Kaitkata: ,

Kegagalan Demokrasi

Posted by: chikaryo on: Februari 5, 2009

Kegagalan Demokrasi

Ditulis oleh : Satrio Otomo

Sudah hampir 10 tahun usia reformasi yang membawa demokrasi di negeri kita, namun rasanya hidup makin berat saja di republik ini. Reformasi yang membawa angin demokrasi yang semula diharapkan sebagai gong besar kebangkitan bangsa justru menjadi titik balik dari semua kekacauan dan destabilisasi politik di tanah air. Pertanyaannya, benarkah reformasi yang membawa demokrasi tidak menghasilkan kemajuan bagi Indonesia? Ataukah fungsi demokrasi yang belum berjalan di negeri ini meski secara fisik demokrasi sudah dilakukan? Kalau begitu apa yang menyebabkan tidak berfungsinya demokrasi di Indonesia?

 

Demokrasi Ideal

Dalam iklim demokrasi yang sempurna, eksekutif dan legislatif dipilih langsung oleh rakyat. Apapun pilihan rakyat, baik ataupun buruk, itulah yang akan dijalankan. Siapapun yang dipilih, dialah yang berkuasa. Kebebasan politik yang diberikan seluas-luasnya kepada masyarakat diharapkan mampu menjalankan fungsi demokrasi sebagai mekanisme reward dan punishment bagi pemerintahan yang berlangsung. Kebebasan politik yang direfleksikan dengan pemilihan umum diharapkan mampu melakukan seleksi terhadap kekuatan politik yang berkuasa, jika mereka berhasil menaikkan kesejahteraan maka rakyat akan memilihnya lagi di pemilihan umum berikutnya, namun jika mereka dinilai gagal oleh rakyat maka nasibnya akan berakhir di tangan rakyat juga yang tidak lagi memilihnya (menghukumnya).

 

Pada akhirnya demokrasi diharapkan mampu membawa iklim kompetisi yang sehat bagi seluruh kekuatan politik sehingga mereka akan berlomba-lomba memberikan kehidupan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan kata lain, demokrasi idealnya merupakan wahana yang memungkinkan mekanisme pasar di bidang politik berjalan, demokrasi menyerahkan kekuasaan kepada “pasar”untuk menentukan berapa “harga” yang pantas diberikan bagi kekuatan politik dengan kualitas tertentu. Barang yang bagus tentunya akan dihargai dengan harga yang tinggi. 

 

Kegagalan Pasar

Tapi kita juga tahu bahwa pasar itu tidak sempurna, pasar bisa gagal dalam mengalokasikan sumber daya dengan efisien, sehingga mekanisme pasar juga merupakan sesuatu yang tidak selalu baik. Kegagalan pasar dapat terjadi karena empat hal, eksternalitas, informasi yang tidak sempurna, barang publik dan kekuatan pasar. Politik di era demokrasi yang mengadopsi sistem pasar juga tidak dapat melepaskan diri dari kemungkinan kegagalan pasar tersebut, dalam hal ini berarti kegagalan demokrasi.

 

Kegagalan Demokrasi

Dalam ekonomi, eksternalitas menyatakan sejumlah biaya yang tidak dihitung dalam melakukan produksi karena biaya itu ditimpakan kepada pihak lain, misalnya perusahaan kayu gelondongan yang tidak memasukkan unsur kerusakan hutan sebagai faktor biaya, padahal itu adalah biaya yang harus ditanggung oleh lingkungan. Ia cenderung hanya menghitung biaya secara akuntansi saja, tapi tidak secara ekonomi, dengan kata lain bersikap masa bodoh terhadap kerugian yang dialami oleh sistem. Dalam hal ini eksternalitas memperbesar insentif bagi perusahaan kayu gelondongan untuk berproduksi karena biaya produksi dianggap murah karena sebagiannya ditimpakan kepada lingkungan. Akibatnya para perusahaan kayu gelondongan cenderung memperbesar suplai kayu gelondongan, untuk memenuhinya terjadilah inefisiensi input berupa penebangan kayu secara berlebihan yang menyebabkan inefisiensi output berupa membanjirnya produk kayu di pasaran. 

 

Dalam politik di era demokrasi hal itu terjadi ketika para politisi tidak mampu dan tidak mau menghitung berapa harga yang harus dibayar oleh rakyat, misalnya untuk menyukseskan pemilihan umum, yang mengantarnya menjadi anggota dewan. Ia mendefinisikan biaya hanya sebagai pengorbanan yang ia berikan untuk mendapatkan sesuatu (the cost of something is what you give up to get it –konsep biaya menurut Mankiw-), padahal biaya adalah pengorbanan yang ia dan lingkungan (orang lain, masyarakat) berikan untuk mendapatkan sesuatu (the cost of something is what you and the system give up to get it). 

 

Aikabtnya para politisi, misalnya yang berada di gedung dewan, cenderung terbiasa dan tidak merasa bersalah ketika tidur ataupun mangkir dari ruang sidang, karena ia berpendapat bahwa ia bisa berada disana adalah karena hasil usahanya sendiri, ia menganggap sudah membayar “harganya” sehingga pantas jika mendapatkan “barangnya”. Maka ketika ada kesempatan untuk menumpuk rente lebih banyak lagi mereka tidak akan ragu-ragu apalagi merasa sungkan, mereka terus saja berupaya memperbesar insentif untuk menjadi anggota dewan dengan membebankan biayanya pada pihak lain. 

 

Inefisiensi dalam kasus ini adalah ketika insentif menjadi anggota dewan sangat besar maka tiba-tiba semua orang ingin menjadi politisi, tanpa menyadari bahwa itu dibiayai oleh rakyat. Dengan kata lain terjadi distorsi biaya disini, akibatnya terjadi excess supply terhadap kebutuhan politisi.

 

Ketidaksempurnaan informasi juga dapat menyebabkan kegagalan demokrasi. Dalam ekonomi, ketidaksempurnaan informasi terjadi ketika informasi yang dimiliki oleh konsumen tidak sama dengan informasi yang dimiliki oleh produsen, sehingga menyebabkan misalokasi sumberdaya. Misalnya, suatu perusahaan memproduksi makanan yang mengandung bahan haram tanpa mencantumkan bahan tersebut dalam komposisinya. Yang akan terjadi berikutnya adalah produk makanan tersebut akan mengalami excess demand, dikatakan ada kelebihan dalam permintaan karena jika konsumen mengetahui komposisi yang sebenarnya dari produk tersebut maka demand produk tersebut seharusnya tidak setinggi itu. Inefisiensi dalam hal ini adalah ketika demand untuk barang yang sebenarnya tidak diinginkan menjadi lebih besar dari yang seharusnya, akhirnya inefisiensi supply juga terjadi dengan naiknya produksi “barang rongsokan” tersebut.

 

Kegagalan demokrasi terjadi ketika informasi yang dimiliki politisi tidak sama dengan informasi yang dimiliki oleh masyarakat. Seperti dalam kasus di perekonomian, disinipun terjadi misalokasi sumberdaya (baca: misalokasi suara dalam Pemilu). Misalokasi sumberdaya terjadi ketika para politisi tidak mencantumkan komposisinya dengan benar (baca: tidak jujur dalam mendeskripsikan dirinya), akibatnya adalah masyarakat akhirnya jadi merasa salah pilih. Padahal jika dari awal mereka tahu bahwa ada “bahan haram” dalam “komposisi” orang-orang yang dipilihnya, mereka mungkin tidak akan memilih orang-orang tersebut. Akibatnya suara yang didapat dalam pemilihan umum pun ternyata tidak selalu mencerminkan mekanisme pasar yang sebenarnya. Seperti yang kita lihat sekarang, ternyata banyak juga “barang rongsokan” yang dapat “terjual dengan harga tinggi”. Dalam politik yang penting adalah menyusun komposisi, bukan isinya, yang penting adalah persepsi, bukan esensinya.

 

Barang publik dalam ekonomi adalah barang yang non-excludable dan non-rivalry. Maksudnya adalah tidak dapat dieksklusifkan (dimiliki sendiri) dan tidak menimbulkan rivalitas dalam pemakaiannya (dapat dipakai bersama-sama). Karena sifatnya yang dapat menimbulkan fenomena free rider, maka biasanya mekanisme pasar tidak mampu menyediakannya dalam jumlah yang dibutuhkan oleh publik, sebab tidak ada insentif untuk menyediakan barang tersebut. Permintaan tidak menemui penawaran, dengan kata lain ada kegagalan pasar disini. Akibatnya pemerintah harus menyediakan barang tersebut, karena kenyataannya permintaan atas barang tersebut memang ada, masyarakat memang butuh. 

 

Kegagalan demokrasi jika dihubungkan dengan konsep barang publik adalah ketika para wakil rakyat menjadi bersifat excludable dan rivalry (kebalikan barang publik). Mereka cenderung hanya mengurusi kepentingan politik dan golongannya saja daripada membahas kepentingan masyarakat. Mudah sekali meng-exclude kepentingan publik dari rapat-rapat di gedung dewan, mereka lebih suka ribut membahas tentang siapa yang menjadi ketua dewan, ketua-ketua komisi, membahas kenaikan tunjangan dan manuver-manuver politik lainnya. Kegagalan demokrasi disini adalah ketika demand publik akan anggota dewan yang bersifat non-excludable dan non-rivalry tidak dapat dipenuhi oleh mekanisme demokrasi. Tidak ada satupun kekuatan politik yang merelakan kadernya untuk menjadi “barang publik” sepenuhnya.

 

Berkaitan dengan kegagalan demokrasi akibat kekuatan pasar, hal ini dengan jelas ditunjukkan oleh sebuah partai besar peninggalan Orde Baru yang saat ini memiliki cabang dan pengurus sampai ke pelosok-pelosok Indonesia. Bisa dibilang partai inilah yang memiliki jaringan terluas di Indonesia. Tapi untuk kasus Indonesia ternyata kekuatan pasar bukan jaminan mutlak bagi kemenangan dalam Pemilu. Kekuatan media telah menyebabkan direduksinya peran jaringan untuk memenangkan pemilihan umum, melalui media kampanye dapat dilakukan secara lebih efektif. Korelasi jaringan dengan kemenangan politik hanya dapat ditunjukkan oleh segelintir partai yang berbasis kader. Hal ini terbukti secara lebih meyakinkan dalam pemilihan presiden tahun 2004, ketika akhirnya yang menang bukanlah calon dari partai mayoritas, melainkan tokoh populer dari partai kecil. Rakyat Indonesia secara demokratis, mutlak dan sadar memilih Sang Jendral sebagai pemimpinnya, yang ternyata terbukti tidak mampu menjadi solusi atas permasalahan bangsa. Bukti kegagalan demokrasi juga?

Thanks to Satrio…. =)

Belajarlah Dengan Yahoo! Answer

Posted by: chikaryo on: Januari 28, 2009

Anda yang mungkin bingung untuk mencari jawaban dari pertanyaan susah anda, mungkin bisa mampir di Yahoo! Answer. Hanya ketikkan pertanyaan yang anda punya, dan biarkan selama beberapa jam (jika anda beruntung), maka anda akan mendapatkan jawaban yang mungkin bisa menyelesaikan pertanyaan anda tersebut.

www.id.answers.yahoo.com

Untuk memulai bertanya, paling tidak anda harus mempunyai akun Yahoo! Mail dahulu. jika tidak, anda tentunya tidak akan bisa memposting pertanyaan anda.

Yahoo! Answer tidak hanya sekedar memberi dan menjawab pertanyaan saja. tetapi bisa memberikan reputation point terhadap profil anda. jadi semacam Kaskus dan forum-forum lainnya, yang bisa menunjukkan seberapa baguskah anda di mata penanya dan juga master-master yang lain. semakin tinggi nilai reputation point anda, maka anda akan semakin dipercaya….

Hal ini menyenangkan bagi saya. terutama untuk membantu orang lain, kita bisa memperluas kenalan kita.

SO, silahkan dan jangan sungkan untuk menanyakan apa saja dengan Yahoo! Answer !

Posted By Oky

LiveJournal Tags: ,

Akhirnya Kita Kembali Aktif

Posted by: chikaryo on: Januari 27, 2009

Mungkin bisa dikatakan Lamaaaaaaaaaaaaa sekali saya dan partner special saya lama tidak nge-blog. Ya harap maklum, namanya juga anak kuliahan. Jadinya, kuliah jadi nomer 1 donk ?

Tapi dulu sempet setting2 blog ini, dan juga lumayan mau beranjak. Big Grin kemudian terjadilah keanehan, yaitu setelah beberapa bulan sejak setting ini itu, saya kaget. kategori2 yang saya buat, tahunnya menunjukkan angka tahun yang sangat tidak masuk akal !! tertera tahun 1999 !!

Aaah… no matter what system says, we are come back !! Open-mouthed

Dan juga anda perlu tahu, bahwa Admin blog ini ada 2. yaitu :

1. Chika –> Cewek Saya

2. Aryo   -> Saya, pencetus blog ini.

Jadi bisa dibilang, ini adalah blog barengan. dan juga buat pemersatu kita di dunia internet. =)

So, selamat membaca….. Open-mouthedBeer mug

LiveJournal Tags:

iPhone Resmi Masuk Indonesia, Akhirnya !

Posted by: chikaryo on: Januari 27, 2009

Sudah hampir setahun, iPhone “berkelana” di dunia internasional. tapi tidak di Indonesia. akhirnya, berita mengenai masuknya iPhone ke Indonesia ini saya lihat dari temen di Yahoo!~ Answer yang mengabari bahwa Apple menampilkan Indonesia sebagai pasar iPhone.

Akhirnya, saya check di sini dan ternyata benar adanya Indonesia telah masuk dalam daftar Apple Store !!

iphone-proof1

iphone-goes-to-indonesia

Tak lama kemudian, mungkin 2 hari setelah saya membaca Yahoo! Answer tersebut, Ibu saya mendapoatkan SMS dari Customer Service Telkomsel yang berisi : (kurang lebih)

TELKOMSEL bekerja sama dengan Apple untuk menghadirkan iPhone 3G. nfo lebih jelasya, silahkan melihat di www.telkomsel.com atau hubungi 111/116″

Tanpa pikir panjang, saya langsung menuju website tersebut. Daaaann… saya melakukan order iPhone 3G LANGSUNG !!!! ini skrinsut nya :

aq-order-iphone

Perasaanku berdebar debar. masalahnya bukan menunggu kabar dari telkomsel, namun berdebar-debar karena BERAPA HARGA YANG HARUS SAYA BAYAR ?!! T_T

Klo analisa saya, sepertinya Telkomsel akan jadi Agen Tunggal Pemegang Merek iPhone deh (ATPM). karena provider lain sampai saat ini, detik ketika saya mengetik postingan ini, blm ada kabar dari XL dan Indosat. Kenapa saya yakin ? karena di rumah saya, 3 provider ada semua… haauauhahahahaha !!! XD

Jauh bulan sebelum iPhone diluncurkan resmi di Indonesia, forum jual beli iPhone 3G marak di sini. dan bagi yang sudah dapet haepnya waktu itu, kondisinya udah unlock-an. maklum, kan enggak resmi masuknya….

Kalau kalian sedang baca postingan ini dan pengen order langsung kayak saya, silahkan nih mariiii :

http://www.telkomsel.com/web/download/iphone_tsel.php?sec=ipn

Okey, segitu report dari saya. dan nantikan UPDATE dari saya mengenai Review iPhone 3G Indonesia !! =)

Kaitkata:

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

My poto2

Sketch that smile

Randy, Gita, Ambar..

She's at Zakiy & Hayu Wedding

She's at Asty Wedding

Killing Time and Took Someone You Love at The Same Time

More Photos

Blog Stats

  • 105 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.